Keabsahan Surat Kuasa

Pertanyaan :

Apakah Surat Kuasa tetap sah walaupun hanya ditandatangani pemberi kuasa saja, sedangkan penerima kuasa tidak membubuhkan tanda tangan dalam Surat Kuasa? (lebih…)

Jika Notaris Meninggal Dunia…???

Pertanyaan :

Apabila saya membuat suatu akta atau perbuatan hukum lain yang dibuat di hadapan Notaris A dan telah terdaftar di kantor notaris tersebut, namun di kemudian hari notaris tersebut meninggal dunia. Apakah perbuatan hukum yang telah kita buat dengan notaris A tersebut dialihkan ke notaris lain? (lebih…)

Gugatan atas Tindak Pidana Korupsi

Pertanyaan :

Siapa sajakah yang memiliki wewenang menggugat ahli waris dari terdakwa korupsi yang meninggal dunia (sesuai dengan pasal 34 UU Tipikor)? apakah harus jaksa pengacara negara atau bisa dilakukan oleh advokat biasa? (lebih…)

Masihkah Dituntut Jika Telah Kembalikan Uang yang Digelapkan?

Pidana penggelapan ini dapat kita temui pengaturannya dalam Pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”). Berikut bunyi ketentuannya: (lebih…)

Apakah terdapat peraturan dalam hukum positif di Indonesia yang membatasi pengaturan mengenai pengecualian kewajiban (klausula eksonerasi) dalam sebuah kontrak?

Eksonerasi atau exoneration (Bahasa Inggris) diartikan oleh I.P.M. Ranuhandoko B.A. dalam bukunya “Terminologi Hukum Inggris-Indonesia”yaitu (lebih…)

Kompetensi Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen

Saya hendak bertanya perihal kompetensi Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen dalam konteks UU No. 8/1999. 1. Apakah untuk proses penyelesaian sengeketa di BPSK diperlukan persetujuan kedua belah pihak untuk memilih BPSK sebagai forum penyelesaian sengketa? (lebih…)

GUGATAN TIDAK DAPAT DITERIMA DAPAT DIAJUKAN GUGATAN BARU DAN TIDAK NE BIS IDEM

Kaidah Hukum:

Dari pertimbangan keputusan (lebih…)

Bagaimana Hukum Hak Waris Anak Tiri?

Bagaimana Hukum Hak Waris Anak Tiri?
Pertanyaan :

Saya ingin menanyakan, apabila seorang anak dari pernikahan terdahulu tidak diadopsi terlebih dahulu sebelum pernikahan oleh orang tua tirinya yang baru menikah dengan orang tua kandungnya. Dan akta kelahiran anak tersebut telah hilang dan digantikan dengan akta kelahiran baru yang mencantumkan orang tua kandung dan orang tua tirinya yang baru sebagai orang tua kandungnya. Dan orang tua kandung dan orang tua tiri anak tersebut adalah beragama muslim, dan telah dikarunia 2 orang anak dari pernikahan yang baru, serta satu anak dari pernikahan terdahulu. Apakah konsekuensi hukum bagi anak dari pernikahan terdahulu tersebut, berkaitan dengan identitas diri, dan hak warisnya di kemudian hari? Selain itu, anak tersebut juga memiliki hubungan silaturahim yang terputus dengan orang tua kandungnya yang lain, yang telah menikah lagi juga dan dikaruniai seorang anak. Apakah konsekuensi hukum bagi anak tersebut? Saran-saran apa yang dapat diberikan kepada anak tersebut? (lebih…)

Bagaimana Prosedur Cerai Jika Suami Anggota Militer?

Pertanyaan :

Mohon info bagaimana prosedur cerai bagi istri yang bersuamikan anggota militer? Apakah bisa diproses di pengadilan non-militer? Sang istri dari kalangan sipil. Alasan cerainya karena suami sering melakukan KDRT dan sudah bertahun-tahun menelantarkan istri beserta dua anak yang masih kecil. (lebih…)

Bisakah Menuntut Ayah Karena Tidak Memberi Nafkah?

Bisakah Menuntut Ayah Karena Tidak Memberi Nafkah? (lebih…)